Now Playing Tracks

Cinta, Pahit? Atau Manis?

Aku miris sebenarnya mlihat cerita teman-temanku. Saat mereka mengawali sebuah hubungan dengan manis dan indah. Ya, aku pun mengalaminya beberapa kali. Cinta, mengapa harus indah diawal saja? Adakah akhir cinta yang benar-benar indah? Dia mendekatimu, memberikan semua yang kamu inginkan, dia akan setia mengantar jemputmu kemanapun kamu pergi. Dia akan senantiasa meluangkan waktunya hanya untukmu. Dia yang selalu mengajakmu ke setiap sudut tempat yang romantis. Dia yang berusaha menyenangkanmu dan memuaskanmu dengan materinya. Bahkan disetiap aktivitas luarmu dia akan setia menunggumu berapapun lamanya. Dia seolah tidak memperdulikan jarak, waktu, bahkan materi sekalipun. Tapi sayang teman, itu hanya akan kita rasakan diawal saja. Seiring berjalannya waktu semua kebahagiaan itu akan tergantikan dengan tangis dan menjadi luka dihati. Kamu akan kecewa, mudah curiga, bahkan marah dan lepas kendali. Kamu akan merasakan sesak, lalu menangis berhari-hari. Lalu tiba-tiba kamu akan ingat masa-masa diawal bersamanya. Dan kamu akan sedikit menyesal dengan semua yang telah terjadi. Tak ada lagi dia yang dulu selalu menuruti semua keinginanmu, yang selalu mengantar jemputmu, yang selalu berusaha meluangkan waktunya hanya untukmu, yang tidak pernah memperhitungkan apapun yang dia berikan, kini dia akan menghitungnya dan seperti menuntutmu untuk tidak meminta apapun. Dan kamu hanya bisa diam, sesak, dan menangis atau ingin berusaha berontak dan melawan keadaan. Apakah harus terus seperti ini? Kisah setiap orang ternyata sama, jadi jangan heran kalau kamu menemui orang yang bahagia lalu tiba-tiba menangis, karena inilah kehidupan. Ada manis, pasti ada pahit. Ada tawa, pasti ada tangis. Ada luka, pasti ada obatnya, walau luka akan terus saja menjadi luka…

Luka yang Menjadi Bumerang Hati

My Notes

Ketika luka belum juga sembuh. Tapi aku terus menggoreskan hatiku dengan luka yang sama. Ini kah yang disebut tolol? Masih belum bisa aku melupakan yang lalu. Mungkin karena itu membekas kan luka yang begitu dalam. Cinta datang dengan mudahnya. Memberikan keindahan tapi berujung sesak juga. Ketika sakit mulai datang penyesalan yang terjadi. Ini bukan salah siapa-siapa, ini salahku. Ya, aku begitu mudah mencintai dan percaya. Aku terbuai dengan setiap rayuan dan hal-hal manis yang membuai aku dan melumpuhkan logika ku. Aku seorang yang mudah menaruh harapan. Ketika harapan ku sirna seketika, hanya seluruh kesakitan yang menjadi bumerang dalam dada. Ingin rasanya aku membunuh diriku. Tapi aku takut dan lemah. Ya, ini lah aku yang lemah. Aku yang selalu dibohongi, disakiti, lalu ditinggalkan begitu saja. Aku bingung kemana ku harus mengadu? Aku hanya menyimpan sakit ini sendiri. Sesekali aku tak tahan menahan sesak ini. Aku menangis dihadapan mereka. Lalu mereka bertanya “kamu kenapa?” apa jawaban yang harus aku katakan? Aku, tolol?

 Apa kamu bahagia? Apa kamu tidak pernah merasa salah? Ya, ini memang bukan salahmu, ini salahku juga. Tapi ingat, siapa yang berusaha mengakhiri ini semua? tolong, biarkan aku menikmati kehidupanku yang baru. Aku pun ingin bahagia tanpa bayang-bayangmu. Mengapa begitu sulitnya melupakanmu. Aku mencintai yang lain, tapi bayanganmu terus menghantui. Ntah mengapa setiap aku merasa kecewa sekarang ini, aku hanya mengingatmu. Kenapa? Dan mengapa kamu bisa seperti tanpa bayang-bayang diriku? Aku hanya ingin bisa melupakan semuanya, seperti dirimu. Aku hanya ingin bahagia dengan takdirku sekarang, seperti dirimu. Aku ingin hidupku normal kembali, tanpa menyimpan luka. Apakah harus terus seperti ini? Lalu bagaimana? Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana caramu melupakan aku? Apakah cinta itu benar-benar ada didirimu kala itu? Atau hanya aku saja yang terlalu mencintaimu? Ya, ini lah tololnya aku, mencintaimu berlebihan. Hingga kadang cemburu pun menjadi penghancur semua. tolong, aku ingin bahagia…

To Tumblr, Love Pixel Union