Now Playing Tracks

8 Oktober 2012-12 Mei 2014

Kamu adalah seseorang yang pernah mengindahkan hari-hariku. dan kamu adalah lelaki yang paling setia yang pernah aku miliki. Hari ini tanggal 12 Mei 2014, aku dan kamu tidak lagi menjadi kita. Hari ini kita serius mengakhiri hubungan ini. Kalau jodoh pasti bertemu, itulah kata-kata terakhir tadi. ntah karena apa aku mulai merelakanmu untuk pergi? Aku merasa kamu tak lagi menjadi kamu yang dulu aku kenal. Dan aku mulai keluar dari zona kenyamananku yang akhirnya membuatku berani mengambil keputusan ini. Bahkan aku tidak merasa rapuh dengan kepergianmu. Aku hanya ingin kamu bisa terbang bebas tanpa aku. aku lebih suka kalau kamu menjadi sukses dulu barulah kamu menjemput aku. begitu banyak tekanan dalam pikiranku, ditengah keluargaku yang menuntut untuk mencari laki-laki yang tidak banyak tanggungannya dan laki-laki yang benar-benar tanggungjawab. kamu baik, kamu sangat baik. tapi keadaan sekarang bukanlah berarti menghilangkan perasaan aku sama kamu. aku masih tetap menyayangimu. aku harap kamu bisa menggapai semua harapanmu dan impian kamu. kejarlah cita-cita kamu dan wujudkanlah semua keinginanku juga. I will always love you LNH ;’)

True Love

kamu selalu sadar, bahwa kamu tidak akan pernah bisa memutar kembali waktu. Kamu hanya bisa menonton mereka yang telah bahagia bersama hidupnya yang baru. Kamu menyesal? buat apa kamu menyesal?. aku hanya menyesal pernah menyia-nyiakan seseorang yang dulu amat menyayangiku, Tapi aku tidak pernah sadar kalau akupun begitu sangat menyayanginya. Dan pada akhirnya kamu pun merasakan, betapa sakitnya  disia-siakan. kamu, iya kamu, kamu adalah hal terindah yang tidak pernah aku miliki. Kamu adalah yang sekarang ini aku rindukan. tapi aku bahagia melihat kamu lebih bahagia dengan yang lain. Salahku? iya salahku, dulu aku tidak pernah memperdulikanmu, padahal kamu selalu memintaku untuk menjadi milikmu. sayangnya, saat kamu mengatakan itu semua, Kamu harus pergi jauh mengejar cita-citamu. Dan aku orang yang tidak suka dengen hubungan jarak jauh. Aku hanya masih mengenang saat kamu berusaha membuatku tersenyum akan kejutan yang kamu berikan. Ingat dengan bunga mawar warna-warni dari kaca? ingat berbagai macam coklat yg kamu berikan?. Itu semua adalah hal termanis dari kamu. aku pun masih ingat saat mama kamu sendiri yang memintaku untuk jadi pacar kamu. Tapi kenapa aku masih belum menyadarinya? menyadari perasaan yang begitu hebat. Kamu adalah sosok yang sempurna bagiku, dapatkah aku mengulang waktu itu?. Aku merindukanmu AFP!!!. Aku merindukan orang yang seharusnya tidak boleh aku rindukan, sekarang. Maaf, tapi aku sungguh merindukan kamu.:’)

Cinta, Pahit? Atau Manis?

Aku miris sebenarnya mlihat cerita teman-temanku. Saat mereka mengawali sebuah hubungan dengan manis dan indah. Ya, aku pun mengalaminya beberapa kali. Cinta, mengapa harus indah diawal saja? Adakah akhir cinta yang benar-benar indah? Dia mendekatimu, memberikan semua yang kamu inginkan, dia akan setia mengantar jemputmu kemanapun kamu pergi. Dia akan senantiasa meluangkan waktunya hanya untukmu. Dia yang selalu mengajakmu ke setiap sudut tempat yang romantis. Dia yang berusaha menyenangkanmu dan memuaskanmu dengan materinya. Bahkan disetiap aktivitas luarmu dia akan setia menunggumu berapapun lamanya. Dia seolah tidak memperdulikan jarak, waktu, bahkan materi sekalipun. Tapi sayang teman, itu hanya akan kita rasakan diawal saja. Seiring berjalannya waktu semua kebahagiaan itu akan tergantikan dengan tangis dan menjadi luka dihati. Kamu akan kecewa, mudah curiga, bahkan marah dan lepas kendali. Kamu akan merasakan sesak, lalu menangis berhari-hari. Lalu tiba-tiba kamu akan ingat masa-masa diawal bersamanya. Dan kamu akan sedikit menyesal dengan semua yang telah terjadi. Tak ada lagi dia yang dulu selalu menuruti semua keinginanmu, yang selalu mengantar jemputmu, yang selalu berusaha meluangkan waktunya hanya untukmu, yang tidak pernah memperhitungkan apapun yang dia berikan, kini dia akan menghitungnya dan seperti menuntutmu untuk tidak meminta apapun. Dan kamu hanya bisa diam, sesak, dan menangis atau ingin berusaha berontak dan melawan keadaan. Apakah harus terus seperti ini? Kisah setiap orang ternyata sama, jadi jangan heran kalau kamu menemui orang yang bahagia lalu tiba-tiba menangis, karena inilah kehidupan. Ada manis, pasti ada pahit. Ada tawa, pasti ada tangis. Ada luka, pasti ada obatnya, walau luka akan terus saja menjadi luka…

Luka yang Menjadi Bumerang Hati

My Notes

Ketika luka belum juga sembuh. Tapi aku terus menggoreskan hatiku dengan luka yang sama. Ini kah yang disebut tolol? Masih belum bisa aku melupakan yang lalu. Mungkin karena itu membekas kan luka yang begitu dalam. Cinta datang dengan mudahnya. Memberikan keindahan tapi berujung sesak juga. Ketika sakit mulai datang penyesalan yang terjadi. Ini bukan salah siapa-siapa, ini salahku. Ya, aku begitu mudah mencintai dan percaya. Aku terbuai dengan setiap rayuan dan hal-hal manis yang membuai aku dan melumpuhkan logika ku. Aku seorang yang mudah menaruh harapan. Ketika harapan ku sirna seketika, hanya seluruh kesakitan yang menjadi bumerang dalam dada. Ingin rasanya aku membunuh diriku. Tapi aku takut dan lemah. Ya, ini lah aku yang lemah. Aku yang selalu dibohongi, disakiti, lalu ditinggalkan begitu saja. Aku bingung kemana ku harus mengadu? Aku hanya menyimpan sakit ini sendiri. Sesekali aku tak tahan menahan sesak ini. Aku menangis dihadapan mereka. Lalu mereka bertanya “kamu kenapa?” apa jawaban yang harus aku katakan? Aku, tolol?

 Apa kamu bahagia? Apa kamu tidak pernah merasa salah? Ya, ini memang bukan salahmu, ini salahku juga. Tapi ingat, siapa yang berusaha mengakhiri ini semua? tolong, biarkan aku menikmati kehidupanku yang baru. Aku pun ingin bahagia tanpa bayang-bayangmu. Mengapa begitu sulitnya melupakanmu. Aku mencintai yang lain, tapi bayanganmu terus menghantui. Ntah mengapa setiap aku merasa kecewa sekarang ini, aku hanya mengingatmu. Kenapa? Dan mengapa kamu bisa seperti tanpa bayang-bayang diriku? Aku hanya ingin bisa melupakan semuanya, seperti dirimu. Aku hanya ingin bahagia dengan takdirku sekarang, seperti dirimu. Aku ingin hidupku normal kembali, tanpa menyimpan luka. Apakah harus terus seperti ini? Lalu bagaimana? Apa yang harus ku lakukan? Bagaimana caramu melupakan aku? Apakah cinta itu benar-benar ada didirimu kala itu? Atau hanya aku saja yang terlalu mencintaimu? Ya, ini lah tololnya aku, mencintaimu berlebihan. Hingga kadang cemburu pun menjadi penghancur semua. tolong, aku ingin bahagia…

To Tumblr, Love Pixel Union